Thursday, February 27, 2014

DaVinci Dalam Percaturan Sejarah Sepeda



Sepeda menjadi begitu populer belakangan hari. Komunitas bersepeda tumbuh di mana-mana dan terbelah dalam beragam wadah. Ada komunitas sepeda yang mengkhususkan diri pada sepeda kumbang, ada pula komunitas sepeda gunung, komunitas sepeda fixie, dan sebagainya. Belakangan juga ada komunitas sepeda tinggi, sepeda BMX, dan masih banyak yang lainnya.

Mereka bergabung atas kesamaan hobi bersepeda berdasar berbagai jenis sepeda yang digunakannya. Di waktu-waktu tertentu mereka berkumpul untuk sekadar menunjukkan eksistensinya. Terkadang pula mereka berkumpul untuk mengkampanyekan tema-tema lingkungan. Komunitas bersepeda ini menjadi warna tersendiri dalam dunia berlalu lintas.

Tak hanya melahirkan komunitas, sepeda juga sudah menjadi olahraga yang mendunia. Banyak sekali turnamen balap sepeda yang digelar di level internasional. Mulai balap sepeda dalam velodrom, balap sepeda lintas alam, rally sepeda jarak jauh, dan sebagainya. Dalam turnamen-turnamen resmi olahraga, bersepeda tidak pernah ketinggalan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan.

Banyak sekali pengembangan yang terjadi dalam sejarah perjalanan sepeda. Mulanya, sepeda dipercaya ditemukan oleh Pierre dan Ernest Michaux dari Prancis. Ayah dan anak ini dipercaya menemukan sepeda tahun sekitar tahun 1860-an. Namun kemudian para ahli sejarah tidak setuju dengan pandangan tersebut. Mereka percaya bahwa sepeda sudah ditemukan jauh sebelum itu. Pierre dan Ernest Michaux kemudian dinyatakan sebagai penemu sepeda yang menggunakan pedal.

Selain soal Michaux, sejarah sepeda juga diwarnai dengan beredarnya kabar bahwa pelukis kenamaan Leonardo DaVinci di tahun 1490 diketahui pernah menggambarkan desain sepeda modern. Anggapan ini pernah dipercaya masyarakat secara luas. Tapi menurut situs inventors.about.com, anggapan ini sepenuhnya keliru. Hingga saat ini, tidak ada bukti otentik yang mendukung gambar sepeda DaVinci tersebut.

Para ahli sejarah mempercayai bahwa model awal sepeda dibuat tahun 1790 oleh warga Prancis bernama Comte Mede de Sivrac. Saat itu, dia membuat kendaraan berbentuk mirip sepeda, tanpa setang dan tanpa pedal. Kendaraan ini memiliki roda empat dan dijalankan dengan memancalkan kaki ke tanah. Pancalan itu membuat roda sepeda berputar dan bisa berjalan cepat. Kendaraan ini disebut dengan istilah celerifere.

Berikutnya, kendaraan ini disempurnakan oleh warga Jerman bernama Kalr Drais von Sauerbronn. Dia menjadikan kendaraan tersebut memiliki dua roda dan diberi nama laufmaschine yang berarti mesin berlari. Kendaraan ini terbuat dari kayu dan sudah dilengkapi dengan setang pengendali. Pengendaranya harus memancalkan kaki ke tanah supaya kendaraan tersebut berjalan. Untuk pertama kalinya, Drais memamerkan kendaraan temuannya ini di Paris pada 6 April 1818.

Kendaraan ini kemudian juga diberi nama lain velocipede. Istilah ini diambil dari bahasa Latin yang berarti kaki cepat. Istilah ini dikenalkan pada sekitar tahun 1800-an oleh fotografer Prancis bernama Nicephore Niepce. Berikutnya, nama ini terus dipakai dalam setiap penemuan baru dalam dunia sepeda.

Tahun 1839, warga Skotlandia Kirkpatrick Macmillan menyempurnakan sepeda ini dengan memasang setang dan pedal. Namun, sepeda berpedal yang dibuat untuk kepentingan komersial sesuai desain sepeda saat ini baru ditemukan Michaux pada tahun 1863. Tahun 1868, Michaux mendirikan Michaux et Cie, sebagai pabrik sepeda dengan pedal yang pertama kali di dunia. Dari sinilah kemudian industri sepeda berkembang ke berbagai negara.

ReadFull Article ..

Wednesday, February 26, 2014

Penceroboh tentera Sulu enggan berganjak dengan tuntutan

Oleh Md Izwan
February 27, 2013
Kapal Tentera Laut Diraja Malaysia sedang membuat rondaan di Tanjung Labian, berhampiran tempat di mana lebih 100 orang lelaki bersenjata sedang berkampung di Lahad Datu, Sabah. — Gambar ReutersKUALA LUMPUR, 27 Feb — Ketua kumpulan penceroboh Raja Muda Agbimuddin Kiram yang telah berkampung di Lahad Datu, Sabah selama dua minggu lebih enggan berganjak dengan pendirian mereka untuk kekal berada di perkampungan tersebut mereka dan sedia berkorban sekiranya tuntutan mereka tidak dipenuhi. 
Agbimuddin yang dipetik berkata kepada radio Filipina, Radio Inquirer jam 9 pagi tadi berkata setuju untuk berunding secara damai tetapi hak mereka perlu dipastikan terbela.
“Ya, kami mahu berdamai.
“Tapi ia hanya selagi hak kami tidak diambil daripada kami,” kata Agbimuddin.

Pemimpin tersebu yang mengaku sebagai Askar Kesultanan Sulu juga tidak menolak akan berlaku pertumpahan darah sekiranya mereka diserang oleh pihak berkuasa Malaysia.
“Tiada jalan lain selain mempertahankan diri.
“Terus berjuang atau mati,” kata  Agbimuddin lagi.

Dalam pada itu, Agbimuddin juga membidas kenyataan oleh Presiden Filipina Benigno Aquino kepada Kesultanan Sulu bahawa mereka akan berdepan tindakan undang-undang sekiranya tidak menamatkan pencerobohan di Sabah tersebut.
“Kami hanya lakukan apa yang kami rasakan betul. Saya rasa tiada undang-undang yang menghalang Ente daripada menuntut perkara yang betul,” ujar beliau lagi.

Ketua penceroboh juga menegaskan bahawa tujuan mereka mendarat di perkampungan tersebut bukan untuk mencari persengketaan, memandangkan kedua-dua negara menganut agama sama iaitu Islam.
Pada 13 Februari lepas, pasukan keselamatan Malaysia menahan sekumpulan warga asing bersenjata yang berpakaian tentera kerana menceroboh perairan Lahad Datu, Sabah.

Jumaat lalu, Manila menggesa sekumpulan 100 warga negara itu yang bersenjata dan kini dikepung pasukan keselamatan Malaysia di pesisir pantai berhampiran Lahad Datu, Sabah pulang ke pangkuan keluarga masing-masing di tanah air mereka.

Setiausaha Ketiga dan Naib Konsul Kedutaan Besar Filipina di Kuala Lumpur Johann Veronica M. Andal berkata pasukan tentera dan polis negara itu kini memantau serta bertukar maklumat dengan rakan sejawatan mereka di Malaysia dalam usaha mencari penyelesaian segera insiden itu.

Sabah merupakan sebahagian dari Kesultanan Sulu sehingga Syarikat Berpiagam Borneo Utara British (British North Borneo Chartered Company) pada 1881 dan menjadi sebuah negeri naungan Empayar British pada 1888.

Walaubagaimanapun, hal ehwal dalam negeri masih diselaraskan oleh Syarikat. Pemerintahan Syarikat tamat pada 1946 dan Sabah kemudiannya menjadi tanah jajahan Borneo Utara sehingga penyertaanya dalam Persekutuan Malaysia beserta Sarawak dan Singapura pada 16 September 1963.
ReadFull Article ..

Tuesday, February 25, 2014

Hukuman penjara di Chad sama dengan hukuman mati


chad map
Para tahanan penjara di Chad berada dalam kondisi yang tidak manusiawi
Para banduan di Chad ditahan dalam kondisi yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan saking buruknya kondisi tersebut, hukuman penjara berisiko menjadi hukuman mati bagi mereka, menurut Amnesty International.

Menurut lansiran BBC. dalam sebuah laporan, kelompok hak asasi manusia mengatakan mereka menyaksikan para tahanan berada dalam sel yang sangat penuh sesak tanpa adanya ventilasi, selama kunjungan mereka ke enam penjara di negara yang terletak di Afrika  tengah ini.
Dokumen tersebut juga berisi rincian insiden dimana sembilan tahanan meninggal kerana sesak nafas, dan tujuh orang lainnya ditembak oleh penjaga.

Amnesty Internasional juga mengatakan bahawa tahanan wanita rentan terhadap serangan seksual.
Kelompok ini juga mengatakan bahawa tim mereka melihat ada anak-anak yang berumur tujuh bulan tinggal dengan ibu mereka dalam sel.

“Itu tidak boleh diterima, kondisi tempat mereka ditahan sangatlah buruk. Ini berarti hukuman penjara beresiko menjadi hukuman mati bagi para tahanan,” kata Christian Mukosa, peneliti Amnesty Internasional di Chad.

“Sebahagian besar tahanan yang kita temui berada dalam keadaan yang kurus dan lemah. Beberapa diantaranya dirantai 24 jam sehari. Banyak tahanan yang menderita penyakit kulit, infeksi yang menular lewat seksual, Malaria dan TBC..” tambahnya.

Laporan ini mendesak pihak yang bertanggungjawab dari negara Afrika untuk segera menyiasat dugaan pelanggaran tersebut.
Pemerintah di N’Djamena sejauh ini memberikan komentar publik mengenai masalah ini.
ReadFull Article ..

Saturday, February 22, 2014

Benarkah Ubur ubur Ini Dapat Hidup Selamanya




Sepertinya tidak mungkin. Kok ada makhluk hidup yang bisa hidup selamanya. Tapi ubur-ubur ini, Turritopsis Nutricula, ternyata setelah dewasa dan kawin, bisa meregenerasi seluruh selnya, menjadi muda lagi.

Proses regenerasi sel ini dalam sains disebut transdiferensiasi (transdifferentiation). Dan ini bisa mereka lakukan terus menerus. Artinya, mereka tidak akan menjadi tua, tetap muda terus, dan secara biologis tidak akan mati.


Transdiferensiasi berarti sel yang mencapai tahap tertentu, bisa berubah menjadi sel lain, yang lebih baru dan muda.


Sama seperti Salamander atau cecak yang bisa mengganti bagian tubuhnya yang rusak, ubur-ubur ini mampu meregenerasi seluruh sel-sel tubuhnya menjadi muda kembali.



 http://gedeboom.com/?p=1224







wahw33d

Orignal From: Benarkah Ubur-ubur Ini Dapat Hidup Selamanya?

ReadFull Article ..